Terkuak! Ini Jawaban Misteri Segitiga Bermuda

Terkuak! Ini Jawaban Misteri Segitiga Bermuda. Bermuda Triangle. Siapa belum pernah mendengar namanya walau sekali pun? Segitiga Bermuda terkenal dengan berbagai misteri yang menyelimutinya. Misteri banyaknya kendaraan yang menghilang saat melintasi kawasan ini. Segitiga Bermuda terbentuk antara Kepulauan Bermuda sebagai titik utara, Miami di Florida sebagai titik barat, dan San Juan di Puerto Rico sebagai titik bagian selatan. Kawasan ini memiliki luas satu koma lima juta mil persegi atau empat juta kilometer persegi. Selama bertahun-tahun, masyarakat berasumsi penyebab misteri yang terjadi di sana: ada yang menyangkut pautkan dengan kejadian supranatural, religius bahkan ekstraterestrial. Lebih dari seribu jiwa terenggut nyawanya di sini.

 Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda

Dalam masa pelayaran, Christoper Columbus mengalami beberapa hal aneh saat melewati kawasan Segitiga Bermuda. Ia mencatat bahwa sistem navigasi kapal tidak berfungsi baik saat berada di area tersebut. Salah satu awak kapalnya juga mengatakan bahwa ia melihat cahaya aneh berkemilau di cakrawala. Beberapa orang ada yang mengatakan jika sesuatu itu adalah meteor. Penasaran bukan? coba simak pengetahuan umum lainnya di situs kami.

Setelahnya, berbagai peristiwa kehilangan di sana mulai didokumentasikan, sekitar tahun 1951 oleh E. V. W. Jones, seorang wartawan dari majalah Associated Press. Ia menulis artikel peristiwa kehilangan yang menimpa kapal terbang dan laut di sana dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Tahun berikutnya, peristiwa itu diungkit kembali oleh Fate Magazine yang dibuat George X. Vincent Geddis menyebutnya ‘Segitiga Bermuda yang Mematikan’ tahun 1964. Setelahnya, istilah tersebut mulai dikenal luas dan biasa digunakan.

Segitiga Bermuda adalah tempat di mana di dasar laut terdapat piramid besar dan di ujungnya terdapat dua rongga lubang besar. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujungnya dengan permukaan laut sekitar lima ratus meter. Tidak ada yang tahu persis ukuran piramid ini, tapi ada yang menyebutkan jika ukurannya kemungkinan lebih besar dari piramida yang ada di Kairo, Mesir.

Beberapa Penjelasan Menyebutkan:

Gas Metana

Teori ini muncul pada tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Sudah diuji pula di laboratorium dan hasilnya memuaskan. Inilah penjelasan masuk akal pertama akan hilangnya kendaraan yang banyak menghilang di sini. Air bercahaya putih mengandung gas metana inilah penyebabnya, menurut Bill Dillon, U.S Geological Survey. Penjelasan lebih lanjut mengatakan bahwa bukan hanya di daerah Segitiga Bermuda saja, melainkan di beberapa daerah lain juga.

Sepanjang tepi pesisir benua terdapat tambang metana. Tambang ini terbentuk akibat dari gas metana yang menumpuk di bawah dasar laut yang tidak mampu menerobos keluar. Jika saat laut retak, gas ini akan muncul tiba-tiba. Air yang dilaluinya mendidih sampai terlihat bercahaya putih. Blow out serupa pernah terjadi di Laut Kaspia yang menelan banyak anjungan pengeboran minyak. Tim penyelamat tidak menemukan sisa sama sekali, mungkin dikarenakan alat, kendaraan, bahkan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air. Jatuh ke dalam lubang retakan, lalu retakan itu kembali seperti semula. Menimbun mereka semua.

Kelebihan Batas Kargo

Lloyd’s of London, perusahaan asuransi laut menyatakan bahwa Segitiga Bermuda bukan laut berbahaya maupun ganas alias sama dengan lautan biasa. Dengan catatan tidak membawa angkutan melebihi batas ketentuan saat melintasi wilayah tersebut. Penjaga pantai juga mengkonfirmasi hal tersebut.

Baca Juga : https://www.panjangbanget.com/penemuan-fenomenal-misterius/

Gempa Laut dan Gelombang Ombak Besar

Gesekan dan goncangan yang terjadi pada tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan mengakibatkan kapal-kapal hilang kendali lantas menuju dasar laut. Sedangkan hubungannya dengan pesawat, goncangan dan gelombang yang terjadi menyebabkan hilang keseimbangan pesawat dan minimnya kemampuan pilot menguasai pesawat.

Gaya Gravitasi

Sumber lain menyebutkan bahwa gravitasi yang ada di Segitiga Bermuda memiliki Medan graviti terbalik atau anomali magnetik graviti. Saking anehnya daya magnet dan anehnya graviti yang terbaik menyebabkan kompas dan alat navigasi elektronik berguncang dan bergerak abnormal. Daya magnet kuat yang tertimbun di dasarnya mampu menarik logam berton-ton hingga tertarik ke dalamnya.

Pangkalan UFO

Pemerintah dan Akademis Independen A.S mengatakan Segitiga Bermuda adalah pangkalan UFO, sekelompok makhluk luar angkasa atau alien yang tak ingin diusik.

Worm Holes

Ado Snandick, ilmuwan Amerika berpendapat, mata manusia tak mampu melihat keberadaan suatu benda dalam ruang dimensi lain. Itulah objektivitas akan keberadaan lorong waktu di Segitiga Bermuda. Menanggapi hal ini, John Buckally melakukan penyelidikan lantas mengemukakan hipotesisnya, yaitu:

  • Objektivitas keberadaan lorong waktu itu bersifat kematerialan, tak kasat mata, tak bisa disentuh, tertutup dunia fana, tidak mutlak karena kadang ia bisa terbuka sendiri
  • Lorong waktu bukanlah sistem waktu dengan dunia manusia. Bisa searah, berbanding terbalik, bergerak lurus, dan bisa diam.
  • Memasuki lorong waktu sama saja hilang dan jika keluar artinya muncul lagi dengan cara misterius.

Istana Setan, Jin, dan Iblis

Konon, menurut beberapa ahli supranatural, Segitiga Bermuda merupakan istana dari segala makhluk halus.

Telaga ‘Air Kehidupan’

Berkembang dari mitos yang ada di masyarakat, menyebutkan bahwa Segitiga Bermuda merupakan telaga ‘air kehidupan’  yang mampu membuat awet muda dan panjang umur.

Namun, dari penjelasan di atas belum ada yang benar-benar bisa di terima di masyarakat. Setelah terjadi perang pendapat antara ilmuwan dan masyarakat akhirnya jawaban akan misteri Segitiga Bermuda di dapat. Yaitu:

Killer Clouds

Tahun 2016 adalah sejarah baru dalam terkuaknya teka-teki Segitiga Bermuda. Mengapa demikian? Karena pada tahun ini ditemukan jawaban di balik seluruh cerita misteri yang terjadi di sana. Apa itu? Munculnya Awan Pembunuh atau killer clouds. Ada yang menyebutnya Badut Pembunuh (Killer Clowns).  Para peneliti, ilmuwan menyebutkan bahwa Awan Pembunuh  berbentuk heksagonal dapat berkumpul dan membentuk segitiga besar Bermuda.

Selain penampilan yang mengerikan, kekuatan dari Awan Pembunuh tak kalah mengerikan. Selain itu, fenomena ini mampu menciptakan badai angin mematikan dengan kekuatan 273,6 km/jam yang bertabrakan satu sama lain, hingga dideskripsikan sebagai bom udara. Akibat dari ledakan-ledakan ini membuat pesawat tenggelam dan kapal  terbalik. Laporan lain menyebutkan jika awan-awan raksasa ini sering muncul di atas ujung barat Segitiga Bermuda dan terbentuk sepanjang 32 hingga 89 kilometer. Rata-rata, penampilannya memang mengerikan, tidak seperti awan pada umumnya.

Keanehan dari Awan Pembunuh adalah ia membentuk garis yang nyaris lurus sempurna menyerupai segitiga. Ini ditunjang dengan ungkapan dari Dr. Steve Miller dari Meteorologis spesialis satelit dari Colorado State University. Menggunakan satelit radar untuk mengukur apa yang terjadi di bawah awan, mereka menemukan badai angin hampir sebesar 274 km/jam. Jika dibandingkan dengan angin badai di daratan, itu hampir setara dengan Badai Katrina. Kekuatan angin tersebut mampu membuat ombak setinggi 14 meter di lautan Segitiga Bermuda. Membuat bom udara yang mampu menghancurkan bersama hantaman ombak.

Baca Juga : https://www.panjangbanget.com/belajar-ilmu-islam-berbagai-tingkat/

Itulah jawaban terbaru atas terkuaknya misteri Segitiga Bermuda. Walaupun sudah mengetahui penyebabnya, jangan coba-coba untuk menantang adrenalin bahkan bertamasya ke sana ya!

Terkuak! Ini Jawaban Misteri Segitiga Bermuda. Bermuda Triangle. Siapa belum pernah mendengar namanya walau sekali pun? Segitiga Bermuda terkenal dengan berbagai misteri yang menyelimutinya. Misteri banyaknya kendaraan yang menghilang saat melintasi kawasan ini. Segitiga Bermuda terbentuk antara Kepulauan Bermuda sebagai titik utara, Miami di Florida sebagai titik barat, dan San Juan di Puerto Rico sebagai titik bagian selatan. Kawasan ini memiliki luas satu koma lima juta mil persegi atau empat juta kilometer persegi. Selama bertahun-tahun, masyarakat berasumsi penyebab misteri yang terjadi di sana: ada yang menyangkut pautkan dengan kejadian supranatural, religius bahkan ekstraterestrial. Lebih dari seribu jiwa terenggut nyawanya di sini.

Dalam masa pelayaran, Christoper Columbus mengalami beberapa hal aneh saat melewati kawasan Segitiga Bermuda. Ia mencatat bahwa sistem navigasi kapal tidak berfungsi baik saat berada di area tersebut. Salah satu awak kapalnya juga mengatakan bahwa ia melihat cahaya aneh berkemilau di cakrawala. Beberapa orang ada yang mengatakan jika sesuatu itu adalah meteor. Setelahnya, berbagai peristiwa kehilangan di sana mulai didokumentasikan, sekitar tahun 1951 oleh E. V. W. Jones, seorang wartawan dari majalah Associated Press. Ia menulis artikel peristiwa kehilangan yang menimpa kapal terbang dan laut di sana dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Tahun berikutnya, peristiwa itu diungkit kembali oleh Fate Magazine yang dibuat George X. Vincent Geddis menyebutnya ‘Segitiga Bermuda yang Mematikan’ tahun 1964. Setelahnya, istilah tersebut mulai dikenal luas dan biasa digunakan.

Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda adalah tempat di mana di dasar laut terdapat piramid besar dan di ujungnya terdapat dua rongga lubang besar. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujungnya dengan permukaan laut sekitar lima ratus meter. Tidak ada yang tahu persis ukuran piramid ini, tapi ada yang menyebutkan jika ukurannya kemungkinan lebih besar dari piramida yang ada di Kairo, Mesir.

Beberapa Penjelasan Menyebutkan:

Gas Metana

Teori ini muncul pada tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Sudah diuji pula di laboratorium dan hasilnya memuaskan. Inilah penjelasan masuk akal pertama akan hilangnya kendaraan yang banyak menghilang di sini. Air bercahaya putih mengandung gas metana inilah penyebabnya, menurut Bill Dillon, U.S Geological Survey. Penjelasan lebih lanjut mengatakan bahwa bukan hanya di daerah Segitiga Bermuda saja, melainkan di beberapa daerah lain juga.

Baca juga : https://www.panjangbanget.com/cara-mencari-keyword-turunan-mudah/

Sepanjang tepi pesisir benua terdapat tambang metana. Tambang ini terbentuk akibat dari gas metana yang menumpuk di bawah dasar laut yang tidak mampu menerobos keluar. Jika saat laut retak, gas ini akan muncul tiba-tiba. Air yang dilaluinya mendidih sampai terlihat bercahaya putih. Blow out serupa pernah terjadi di Laut Kaspia yang menelan banyak anjungan pengeboran minyak. Tim penyelamat tidak menemukan sisa sama sekali, mungkin dikarenakan alat, kendaraan, bahkan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air. Jatuh ke dalam lubang retakan, lalu retakan itu kembali seperti semula. Menimbun mereka semua.

Kelebihan Batas Kargo

Lloyd’s of London, perusahaan asuransi laut menyatakan bahwa Segitiga Bermuda bukan laut berbahaya maupun ganas alias sama dengan lautan biasa. Dengan catatan tidak membawa angkutan melebihi batas ketentuan saat melintasi wilayah tersebut. Penjaga pantai juga mengkonfirmasi hal tersebut.

Gempa Laut dan Gelombang Ombak Besar

Gesekan dan goncangan yang terjadi pada tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan mengakibatkan kapal-kapal hilang kendali lantas menuju dasar laut. Sedangkan hubungannya dengan pesawat, goncangan dan gelombang yang terjadi menyebabkan hilang keseimbangan pesawat dan minimnya kemampuan pilot menguasai pesawat.

Gaya Gravitasi

Sumber lain menyebutkan bahwa gravitasi yang ada di Segitiga Bermuda memiliki Medan graviti terbalik atau anomali magnetik graviti. Saking anehnya daya magnet dan anehnya graviti yang terbaik menyebabkan kompas dan alat navigasi elektronik berguncang dan bergerak abnormal. Daya magnet kuat yang tertimbun di dasarnya mampu menarik logam berton-ton hingga tertarik ke dalamnya.

Pangkalan UFO

Pemerintah dan Akademis Independen A.S mengatakan Segitiga Bermuda adalah pangkalan UFO, sekelompok makhluk luar angkasa atau alien yang tak ingin diusik.

Worm Holes

Ado Snandick, ilmuwan Amerika berpendapat, mata manusia tak mampu melihat keberadaan suatu benda dalam ruang dimensi lain. Itulah objektivitas akan keberadaan lorong waktu di Segitiga Bermuda. Menanggapi hal ini, John Buckally melakukan penyelidikan lantas mengemukakan hipotesisnya, yaitu:

  • Objektivitas keberadaan lorong waktu itu bersifat kematerialan, tak kasat mata, tak bisa disentuh, tertutup dunia fana, tidak mutlak karena kadang ia bisa terbuka sendiri
  • Lorong waktu bukanlah sistem waktu dengan dunia manusia. Bisa searah, berbanding terbalik, bergerak lurus, dan bisa diam.
  • Memasuki lorong waktu sama saja hilang dan jika keluar artinya muncul lagi dengan cara misterius.

Istana Setan, Jin, dan Iblis

Konon, menurut beberapa ahli supranatural, Segitiga Bermuda merupakan istana dari segala makhluk halus.

Telaga ‘Air Kehidupan’

Berkembang dari mitos yang ada di masyarakat, menyebutkan bahwa Segitiga Bermuda merupakan telaga ‘air kehidupan’  yang mampu membuat awet muda dan panjang umur.

Namun, dari penjelasan di atas belum ada yang benar-benar bisa di terima di masyarakat. Setelah terjadi perang pendapat antara ilmuwan dan masyarakat akhirnya jawaban akan misteri Segitiga Bermuda di dapat. Yaitu:

Killer Clouds

Tahun 2016 adalah sejarah baru dalam terkuaknya teka-teki Segitiga Bermuda. Mengapa demikian? Karena pada tahun ini ditemukan jawaban di balik seluruh cerita misteri yang terjadi di sana. Apa itu? Munculnya Awan Pembunuh atau killer clouds. Ada yang menyebutnya Badut Pembunuh (Killer Clowns).  Para peneliti, ilmuwan menyebutkan bahwa Awan Pembunuh  berbentuk heksagonal dapat berkumpul dan membentuk segitiga besar Bermuda.

Selain penampilan yang mengerikan, kekuatan dari Awan Pembunuh tak kalah mengerikan. Selain itu, fenomena ini mampu menciptakan badai angin mematikan dengan kekuatan 273,6 km/jam yang bertabrakan satu sama lain, hingga dideskripsikan sebagai bom udara. Akibat dari ledakan-ledakan ini membuat pesawat tenggelam dan kapal  terbalik. Laporan lain menyebutkan jika awan-awan raksasa ini sering muncul di atas ujung barat Segitiga Bermuda dan terbentuk sepanjang 32 hingga 89 kilometer. Rata-rata, penampilannya memang mengerikan, tidak seperti awan pada umumnya.

Baca juga : https://www.panjangbanget.com/cara-meningkatkan-rasa-percaya-diri/

Keanehan dari Awan Pembunuh adalah ia membentuk garis yang nyaris lurus sempurna menyerupai segitiga. Ini ditunjang dengan ungkapan dari Dr. Steve Miller dari Meteorologis spesialis satelit dari Colorado State University. Menggunakan satelit radar untuk mengukur apa yang terjadi di bawah awan, mereka menemukan badai angin hampir sebesar 274 km/jam. Jika dibandingkan dengan angin badai di daratan, itu hampir setara dengan Badai Katrina. Kekuatan angin tersebut mampu membuat ombak setinggi 14 meter di lautan Segitiga Bermuda. Membuat bom udara yang mampu menghancurkan bersama hantaman ombak.

Itulah jawaban terbaru atas terkuaknya misteri Segitiga Bermuda. Walaupun sudah mengetahui penyebabnya, jangan coba-coba untuk menantang adrenalin bahkan bertamasya ke sana ya!

shares