Perbedaan Jual Baju Online dan Offline. Kira-kira Lebih Enak yang Mana?

Perbedaan Jual Baju Online dan Offline. Kira-kira Lebih Enak yang Mana? Di era modern ini, berjualan tidak hanya dilakukan secara offline. Berjualan masa sekarang sudah banyak yang memanfaatkan dunia online. Menjadi penjual kini tidak harus pergi ke tempat ramai. Berjualan dari rumah saja sekarang sudah sangat mungkin menjangkau banyak calon pembeli.

jual baju

jual baju

Ide jualan yang sekarang ini banyak digeluti adalah jual baju. Baju atau pakaian merupakan hal yang sepanjang waktu selalu dibutuhkan oleh setiap manusia. Pakaian sangatlah penting karena itu termasuk kebutuhan dasar manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, baju juga memiliki fungsi lain selain untuk menutupi tubuh kita yaitu pakaian juga dapat menjadi trend model di setiap zaman yang selalu berubah-ubah. Simak informasi terkini dengan mengetahui pengetahuan umum untuk mengetahui mode terkeren.

Dari trend ini kemudian muncullah ide bisnis yaitu usaha jual baju. Ada produsen yang berlomba-lomba memproduksi baju dengan model baru yang unik dan menjadi warna baru di dunia fashion baju. Ada juga tenaga pemasar yang bertugas menjualkan tanpa harus memikirkan proses produksi yang sekarang disebut dengan istilah reseller.

Pelaku bisnis di bidang fashion paling banyak adalah perempuan, ibu rumah tangga namun ada juga pria yang menggeluti pekerjaan ini. Dan saat ini jual baju bisa ditekuni secara offline maupun online. Jika dulu, menjual baju dulu identik dengan modal besar, maka itu menjadi berbeda di masa sekarang. Dulu penjual harus memiliki tempat untuk berjualan, toko atau lapak di pasar. Penjual juga harus menyetok barang yang lumayan banyak. Namun sekarang, menjual baju lebih banyak berbeda dengan zaman dulu. Ini dia bedanya dengan menjual baju secara offline dan online.

Beda Tempat

Menjual baju secara offline itu artinya penjual mempunyai tempat khusus untuk memajang barang dagangannya. Biasanya berbentuk sebuah bangunan toko. Atau bisa juga memiliki lapak di pasar jika itu adalah pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar. Ada juga yang berjualan baju dengan menggelar dagangan di pinggir jalan. Itulah yang dinamakan jual baju secara offline.

Sedangkan penjual baju online, penjual yang sekarang ini menjamur adalah mereka yang memanfaatkan internet untuk memasarkan dagangan mereka. Biasanya mereka yang berjualan secara online melakukan pekerjaan ini hanya dari rumah. Kadang mereka bahkan tidak punya stok baju yang diperjual belikan. Dengan cara berjualan secara online yang cukup simple ini, siapapu bisa menjalankan bisnis jual baju. Tak heran semakin hari semakin banyak bermunculan penjual online.

Beda secara Permodalan

Memilih untuk memulai bisnis jual baju secara offline, itu artinya seseorang harus menyiapkan moda yang cukup banyak. Pertama, penjual harus memiliki tempat berjualan. Baik itu membangun toko sendiri atau menyewa, tentu harus memiliki modal yang besar. Selanjutnya, untuk menyetok barang dagangan, seorang penjual masih harus mengeluarkan modal yang lumayan banyak. Belum lagi jika ingin memperkerjakan pegawai, tentu saja harus ada anggaran untuk menggaji.

Jual Baju

Jual Baju

Kemudian bagi yang memilih jual baju secara online, modal yang dikeluarkan tidak harus sebesar modal berjualan offline. Penjual online biasanya memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan dagangan. Sedangkan untuk membuat sebuah akun media sosial tidak ada biaya yang harus dibayar alias gratis. Tapi jika ingin mempromosikan lebih luas, tentu ada biaya iklan yang harus dibayar. Untuk stok barang, penjual online biasanya hanya perlu mengunggah foto produk saja tanpa harus memiliki barang tersebut. Produk yang mereka promosikan adalah milik supplier sehingga penjual online tidak perlu keluar modal besar untuk menyetok barang.

Baca Juga : https://www.panjangbanget.com/10-dinasti-wisata-indonesia-2018/

Beda Strategi

Jual baju di tempat yang berbeda, tentu saja penjual offline dan online harus menggunakan strategi yang berbeda. Penjual baju online kini bisa menerapkan berbagai strategi digital marketing untuk mengundang pembeli. Salah satu contoh sederhana adalah dengan membangun personal branding di media sosial. Ada juga cara yang lebih cepat yaitu dengan memasang iklan berbayar atau juga membuat sebuah website sebagai toko online.

Strategi lain dalam jual baju secara online adalah menjaga kualitas pelayanan. Pembeli baju secara online tidak harus langsung bertatap muka dengan penjual karena semuanya dilakukan secara online melalui sambungan internet. Karenanya penting untuk tetap menjaga keramahan dan kecepatan saat merespon, agar tumbuh kepercayaan pembeli dan mereka merasa nyaman membeli produk yang kita jual.

Penjual baju secara offline zaman dulu memanfaatkan media cetak sebagai strategi promosi. Misalnya saja memasang iklan pada koran atau membuat brosur. Ada juga yang memasakng iklan di radio. Strategi dalam jual baju ini dilakukan saat belum samai media sosial seperti sekarang ini.

Strategi jual baju sekarang sudah bisa menggabungkan antara offline dan online. Para pemilik toko baju sudah mulai memanfaatkan dunia online untuk membantu memasarkan produknya. Penjual baju online yang biasanya menampilkan produk mereka di toko online juga sudah mulai mengembangkan stok barang di tempat. Ini agar jika ada pembeli yang ingin melihat secara langsung produk bisa datang berkunjung.

Beda Risiko

Fashion merupakan bidang yang paling cepat mengalami perubahan trend. Dalam hitungan bulan saja, trend model baju bisa berganti. Dan itu akan terus berkembang sesuai majunya zaman. Itulah mengapa bidang fashion banyak diminati pelaku usaha karena trend-nya yang tidak pernah mati. Namun begitu, usaha jual baju baik secara offline maupun online tetap mengandung risiko.

Penjual baju yang menumpuk stok di toko sangat rawan risiko jika barang tidak cepat mengalami perputaran. Karena baju yang sudah tidak lagi nge-trend biasanya sangat lambat terjual. Akhirnya ini akan mempengaruhi permodalan bahkan juga mempengaruhi kinerja karyawan. Inilah risiko jual baju secara offline.

Jual baju secara online bukan berarti tidak ada risiko. Meskipun terlihat lebih sederhana dan tidak butuh modal cepat, tetap saja ada kemungkinan risiko yang bisa terjadi. Yang pertama adalah dalam hal kepercayaan pembeli. Membeli baju secara online, calon pembeli hanya melihat gambaran produk melalui foto. Ditambah pembeli tentu dengan belum kenal secara langsung dengan penjual karena hanya berhubungan melalui handphone. Saat inilah penjual baju online mungkin merasakan risiko tidak dipercaya calon pembeli.

Satu lagi adalah kemungkinan risiko adalah gagal transaksi. Karena penjual dan pembeli baju online hanya berhubungan melalui sambungan internet, maka pembeli bisa dengan mudah melakukan pembatalan transaksi. Ini akan menimbulkan risiko bagi penjual baju yang mengambil stok dari supplier. Karena seringkali penjual harus membayar dulu barang yang dipesan pembeli. Dan jika terjadi pembatalan, maka penjual akan mengalami kerugian. Inilah kemungkinan risiko saat jual baju secara online.

Baca juga : https://www.panjangbanget.com/tips-tampil-cantik-sederhana/

Baik secara offline maupun online, jual baju memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing. Tinggal mana yang lebih siap untuk dijalankan. Jika ingin memulai tanpa banyak modal, maka berjualan secara online sangat disarankan.

shares