Murai Batu Cantik dan Merdu

Murai Batu Cantik dan Merdu. Pertama kali berkenalan dengan Murai Batu ini, gara-gara teman saya yang gila burung. Bicaranya selalu tentang burung, khususnya burung-burung aduan yang biasa diikutkan kontes kicauan burung. Kenari, kacer, lovebird, dan banyak lagi, termasuk burung ini. Awalnya  saya tidak begitu tertarik, tapi ketika dia menyebutkan angka ratusan juta, otak saya langsung siaga. Gila, coy! Seekor burung harganya ratusan juta! Edan bener nih Murai Batu. Sejak itu saya mulai kepo tentang burung satu ini.

 

Rupanya Murai Batu yang nama latinnya Copsychus malabaricus ini merupakan hewan asli Indonesia. Termasuk family Muscicapidae, burung ini dikenal juga sebagai Kucica hutan, dan tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaya, dan Pulau Jawa dan Bali. Ciri khas burung ini adalah bulu tubuhnya yang hampir seluruhnya hitam, kecuali di bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Selain itu  di bagian kepala terdapat semburat biru, dan ekornya sangat panjang. Dari panjang tubuh Murai Batu yang sekitar 17 cm, sepertiganya adalah ekornya. Jika anda ingin mengetahui informasi terbaru dan terlengkapnya Anda memerlukan pengetahuan umum.

Murai Batu

Murai Batu

Lebih dari bentuk dan warnanya, yang paling menarik dari  burung ini adalah kicauannya. Burung Murai Batu memiliki kicauan yang sangat bagus, sehingga mendapatkan penghargaan terbaik atas nyanyiannya yang sangat merdu di tahun 1947 (The Best Song Birds – Delacur, 1947). Tak heran burung ini termasuk jajaran yang paling sering dikonteskan oleh penggemar kicauan burung. Sayangnya ini juga memberikan pengaruh buruk bagi burung ini. Beberapa kali saya membaca berita tentang kasus penyelundupan Murai Batu di Indonesia.

Harga burung Murai Batu tergolong mahal. Diantara burung-burung kicauan, harganya termasuk salah satu yang tertinggi. Di pasaran, jenis yang biasa dihargai antara 1,5 sampai dengan 3 juta rupiah. Bagi yang menang kontes, harganya bisa melambung hingga mencapai ratusan juta rupiah. Pasti semua pernah dengar ketika Kontes Piala Presiden yang lalu, dimana presiden Jokowi menawar Kitaro, sang juara kontes, dengan harga 600 juta rupiah. Murai Batu milik presiden sendiri tidak menyabet gelar apapun saat itu.

Murai Batu sebenarnya memiliki banyak jenis, yang ditandai dengan ciri  yang berbeda pada corak bulu, panjang ekor, dan tubuhnya. Paling tidak ada lebih dari 10 jenis Murai Batu yang saya tahu, seperti: Murai Medan, Murai Nias, Murai Lampung, Murai Malaysia, Murai Sabang, Murai Aceh, Murai Borneo, Murai Thailand, Murai Irian, dan Murai Jawa. Agak sulit membedakannya kalau memang bukan seorang penggemar burung. Tapi bagi para pecinta kicauan sejati, tentu bukan suatu masalah.

Murai Batu juga terkenal sebagai burung yang cerdas. Kecerdasannya ini terlihat dari kemampuannya menirukan suara berbagai jenis burung lainnya. Karena itu untuk memasterkan Murai Batu, para pemilik burung ini biasa menyandingkannya dengan burung premaster lainnya seperti Cililin, Cucak Jenggot, Lovebird, Ciblek, ataupun Kenari. Tapi karena masalah ini pula, burung satu ini perlu dijauhkan dari burung lain yang punya kicauan pendek dan tidak menarik, agar tidak menjadi “rusak” kicauannya.

Untuk mempermudah pemasteran Murai Batu, beberapa pemilik sering menggunakan rekaman audio mp3 sebagai masteran. Tentu saja rekamannya sudah terpilih. Ini sangat memudahkan karena tidak semua orang memiliki burung masteran. Bahkan pada kehidupan nyata, burung masteran pun kadang malas untuk berkicau. Di internet sudah banyak masteran rekaman audio mp3 yang bisa diunduh secara gratis. Namun, banyak juga pemilik burung yang lebih suka menggunakan burung gacor, karena hasilnya kicauan jadi lebih meledak-ledak akibat adanya interaksi  dengan burung lain. Selain itu, burung Murai Batu yang dimasteri juga menjadi lebih terlatih mentalnya.

Tentunya untuk mendapatkan Murai Batu yang gacor, tidak cukup hanya dengan diperdengarkan dan dipertemukan dengan masteran. Ada perawatan yang harus dilakukan sebagai persiapannya. Pertama, tentu saja kebersihan dan kesehatannya harus dijaga. Lalu sebagai menu harian, setiap hari harus dilakukan pengembunan alias diangin-anginkan. Mandikan dengan disemprot-semprot, lalu dijemur dan diangin-anginkan lagi. Untuk sarapannya, bisa diberikan jangkrik agar suaranya semakin mantap. Memberikannya usahakan tidak diberikan lewat tangan, tapi letakkan di tempat makan, biar si Murai ini tidak manja dan rajin bergerak.

Pemasteran bisa dilakukan pagi hari sekitar jam 10-an, sambil dibawa ke bawah pohon atau taman, supaya si Murai Batu ini tersemangati oleh habitat aslinya. Ini juga membantu si Murai jadi kerasan dan gacor, serta membuatnya tidak gampang stress. Biar makin gacor, beri menu kroto setiap minggu, dan variasikan dengan cacing bila perlu. Jangan lupa  juga berikan multivitamin agar semakin trengginas.

Baca juga : https://www.panjangbanget.com/lesah-magelang-yang-menggairahkan/

Melaih Murai Batu memang tampak  tidak mudah, tapi jika Anda berhasil melatihnya, hasilnya sangat memuaskan. Secara harga saja sudah sangat menjanjikan. Apalagi jika sampai menang kontes, selain bernilai ekonomis, kebanggaan yang dirasakan juga sangat menyenangkan. Jadi, Murai jenis apa yang akan Anda latih? Jangan lupa share video kicauan Murai Anda di channel youtube atau media sosial. Salam Gacor.

shares